The Only Galaxy

Berbagi Dalam Keheningan

Kamis, 21 Agustus 2025

Panduan Akhlaq Seorang Muslim (5:7) | Akhlaq


 

PANDUAN PRAKTIS AKHLAK SEORANG MUSLIM

V. AKHLAK TERHADAP YANG LEBIH MUDA
(YUNIOR)


Prinsip menyayangi yang lebih muda dan menghormati yang
lebih tua didasarkan pada hadits Rasulullah.,
"Barangsiapa tidak menyayangi anak muda dan tidak menghormati
orang dewasa, ia bukanlah golongan kami." (H.R. Abu Dawud)
Rasulullah sendiri menunjukkan kasih sayang yang
mendalam kepada para cucunya, Hasan dan Husain. Tidak
jarang ketika beliau menunaikan shalat, kedua cucunya
bergelantungan di kedua pundaknya. Beliau tidak pernah
menyergah mereka. Seusai shalat, para sahabat bertanya,
"Mengapa engkau lama bersujud, wahai Rasulullah?" Beliau
menjawab, "Saat bersujud, kedua cucuku (Hasan dan
Husain) merangkul pundakku. Kubiarkan keduanya
melakukan itu sampai puas, karenanya, sujudku agak lama"
Diantara hal-hal yang harus di perhatikan terkait akhlak
terhadap yuniornya adalah :

1. Menyayanginya

Sebagaimana di sebut dalam hadits diatas, menjadi
kewajiban senior menyayangi yunior atau adik kelasnya.
Bukan malah sebaliknya, menganggap ia sebagai
pendatang baru yang akan menjadi saingannya, sikap
seperti ini adalah sikap kerdil dari orang yang akan pernah
bisa berkembang.

2. Membimbing dan mengarahkannya
Bagi pendatang baru tentu banyak hal yang ia belum
ketahui. Mereka memerlukan bimbingan dan arahan dari
seniornya. Dan kebiasaan ‘mengerjai’ yunior adalah
perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran Nabi saw.

3. Mengajarkannya kebaikan
Jika ada kendala yang di hadapi yunior, sikap yang harus
di lakukan adalah mengajarinya dengan kesabaran, sebagai
buah dari sifat sayang kepada mereka.

4. Memberi teladan dan contoh yang baik
Sudah sepantasnya senior memberi teladan kepada
yuniornya. Namun sering di dapati, kepolosan yunior
akhirnya terkontaminasi sifat buruk seniornya yang sama
sekali tidak memberikan keteladanan bahkan sebaliknya,
mengajarkan keburukan demi keburukan. Padahal
Rasulullah saw bersabda :
“ Barang siapa melakukan kebaikan, maka baginya pahala dan
pahala orang yang mengikutinya tanpa terkurangi sedikitpun, dan
barang siapa melakukan keburukan maka baginya dosa dan dosa
orang yang mengikutinya tanpa di kurangi sedikitpun darinya.”
(HR.Muslim).

VI. AKHLAK KEPADA YANG SEBAYA
Di antara akhlaq kepada teman atau kawan, baik teman di
sekolah, di lingkungan maupun di tempat-tempat yang lain
adalah:

a. Bersikap ramah kepadanya, sebagaimana sabda

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam :
“ Hak seorang muslim atas muslim yang lainnya ada lima, yaitu
: Menjawab salam, menengoknya orang yang sakit, mengiringi
jenazahnya, mendatangi undangannya, dan mendoakan
“yarhamukalloh” untuk yang bersin.”(HR. Ahmad, Al-
Bukhori, Muslim dan Ibnu Majah).

b. Saling tolong-menolong dalam kebaikan,
sebagaimana firman Alloh ta’ala :
“ Saling tolong-menolonglah di dalam kebajikan dan taqwa, dan
janganlah saling tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.”
(Qs. Al-Maidah : 2).

c. Tidak mencela atau mengolok-olok, dan tidak
memanggilnya dengan panggilan yang buruk,
karena Alloh ta’ala berfirman :
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum
mengolok-olok kaum yang lainnya, boleh jadi yang diolok-olok
lebih baik daripada yang mengolok-olok, dan janganlah kaum
wanita mengolok-olok wanita yang lainnya, boleh jadi wanita yang
diolok-olok lebih baik daripada wanita yang mengolok-olok,

jangan pula mencela diri sendiri, dan janganlah memanggil dengan
julukan-julukan (yang jelek), sejelek-jelek nama adalah kefasiqan
setelah iman, barangsiapa yang tidak bertaubat mala mereka
itulah orang-orang yang zhalim.”(Qs. Al-Hujurot: 11).

d. Tidak menggunjing yaitu tidak menyebarkan aib
dan kekurangannya. Alloh berfirman :
“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari
prasangka, karena sebagian prasangka itu adalah dosa.
Janganlah kalian saling mencari-cari kesalahan orang lain, dan
janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lainnya,
apakah salah seorang di antara kalian suka memakan bangkai
saudaranya yang sudah mati ? Tentu kalian tidak menyukainya.
Bertaqwalah kepada Alloh, sesungguhnya Alloh Maha Penerima
Taubat lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Hujurot : 12).

e. Tidak saling mendengki, tidak saling menipu, tidak
saling membenci dan tidak saling membelakangi,
sebagaimana sabda Rosululloh saw :
“Janganlah kalian saling mendengki, jangan saling menipu,
jangan saling membenci dan jangan saling membelakangi !” (HR.
Ahmad dan Muslim).

f. Tidak saling menzhalimi, sebagaimana firman
Alloh dalam hadits qudsi :
“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah
mengharamkan zhalim atas diri-Ku, dan Aku pun telah

menjadikannya haram di antara kalian maka janganlah kalian
saling menzhalimi !” ( HR. Muslim ).

g. Tidak menyuruh berdiri seseorang untuk kemudian
dia menduduki tempat duduknya, sebagaimana
sabda Rosululloh saw :
“Tidak layak menyuruh orang lain berdiri dari tempat duduknya
kemudian dia duduk padanya, tetapi berlapang-lapanglah dan
luaskanlah !” (HR. Ahmad dan Muslim).

h. Tidak boleh mendiamkan lebih dari tiga hari,
sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi
wa sallam :
“Tidak halal bagi seorang muslim untuk memboikot saudaranya
lebih dari tiga hari.” (HR Ahmad, Al-Bukhori, Muslim, Abu
Dawud, At-Tirmidzi).

i. Saling mengoreksi dengan semangat persaudaraan,
sebagaimana sabda Rosululloh saw :
“Seorang mu’min adalah cermin bagi mu’min lainnya, dan
seorang mu’min adalah saudara bagi mu’min yang lainnya, dia
mencegahnya dari kerugian dan menjaga (membela)nya di
belakangnya.” ( HR. Abu Dawud ).

j. Tidak suka mencela dan berkata kotor atau pun
kasar
“Seorang mu’min bukanlah orang yang suka mencela, tidak
suka melaknat, tidak berbuat keji dan tidak berkata kotor.” (
HR Ahmad dan At-Tirmidzi ).

k. Tidak boleh pula memutuskan hubungan
silaturrahim
“Tidak akan masuk syurga orang yang memutuskan hubungan
silaturrhim.”(HR. Ahmad, Al-Bukhori, Muslim, Abu Dawud
dan At-Tirmidzi ).

l. Tidak boleh mencuri dengar pembicaraan yang
mereka
“Barangsiapa yang berusaha mendengarkan pembicaraan orang-
orang yang mereka tidak suka (untuk didengar pihak lain) atau
mereka menghindarinya niscaya akan dituangkan timah ke
dalam telinga mereka pada hari qiyamat.”(HR. Ahmad dan Al-
Bukhori).

m. Mema’afkan kesalahan teman-teman
“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa,
maka barang siapa mema’afkan dan berbuat baik maka
pahalanya atas (tanggungan) Alloh. Sesungguhnya Dia tidak
menyukai orang-orang yang zhalim.”(Qs. Asy-Syuro’:40).

n. Memilih teman karib yang baik karena teman karib
atau sahabat dekat akan banyak mempengaruhi
agama dan akhlak seseorang
, sebagaimana sabda
Rosululloh saw :
“Seseorang berdasarkan agama teman dekatnya, maka
hendaklah salah seorang di antara kalian meneliti dengan siapa
dia bergaul.” ( HR. Ahmad ).


o. Jika ada kelonggaran uang, maka ia mentraktirnya

“Wahai manusia, sebarkanlah oleh kalian salam, berilah
makan (traktir) orang, sambunglah kekerabatan, sholatlah
malam saat manusia terlelap, niscaya kalian masuk surga
dengan selamat”. (HR. Ahmad, Tirmidzi,Hakim).

Share:

0 comments:

Posting Komentar

VISITOR

FOLLOWERS

Ruang Iklan

contoh
Jasa Pembuatan Website dan Aplikasi
AD DESCRIPTION
AD DESCRIPTION
AD DESCRIPTION
AD DESCRIPTION
AD DESCRIPTION
AD DESCRIPTION
AD DESCRIPTION
AD DESCRIPTION
AD DESCRIPTION
Pesan Disini!